Melihat Simulasi Gerhana dengan Stellarium

Gerhana, baik matahari maupun bulan merupakan fenomena alam yang sudah diatur oleh Tuhan. Fenomena alam ini bagi sebagian orang merupakan kejadian biasa, bagi sebagian lagi merupakan kejadian luar biasa serta bagi sebagian kecil lainnya menjadi kejadian yang sangat luar biasa dan berhubungan dengan hal-hal yang di luar nalar manusia.

Tulisan ini merupakan pandangan pribadi terkait dengan gerhana. Menurut saya, gerhana merupakan kejadian alam yang luar biasa serta ada beberapa yang diluar jangkauan nalar manusia. Di luar jangkauan nalar manusia di sini bukan berarti bahwa gerhana terjadi berkaitan dengan hal-hal yang mistis, misalnya berhubungan dengan kematian seseorang atau berhubungan dengan akan terjadinya sebuah kejadian atau musibah di suatu tempat karena disebabkan oleh gerhana tersebut.

Gerhana merupakan fenomena alam yang berada di luar jangkauan nalar manusia, maksudnya adalah gerhana tersebut merupakan fenomena alam sebagai bukti kebesaran dari Allah SWT. yang merupakan Tuhan dari alam semesta. Kenapa saya katakan demikian, sebagai seorang muslim saya percaya bahwa Allah SWT. telah merencanakan kejadian alam ini dalam sebuah rancangan dan tata kelola yang maha sempurna, dimana hal tersebut tidak mungkin bisa ditandingi oleh mahluk apapun. Tentunya ini berdasar pada sebuah hadits:

عن أبي مَسْعُودٍ قال قال النبي صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ من الناس وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ من آيَاتِ اللَّهِ فإذا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا [رواه البخاري ومسلم]

Artinya: Dari Abu Mas’ud r.a., ia berkata: Nabi saw telah bersabda: Sesungguhnya matahari dan Bulan tidak gerhana karena kematian seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihat gerhana keduanya, maka berdirilah dan kerjakan salat [HR al-Bukhari dan Muslim]

Di sini disebutkan bahwa, gerhana merupakan tanda kebesaran dari Allah. Lalu siapa yang dapat menalar kebesaran Allah? Maksud dari menalar disini, bagaimana kita mampu menalar bagaimana Allah mengatur alam semesta ini sehingga kejadian semacam ini terjadi, dan saya yakin masih ada kejadian-kejadian lain lagi yang belum dapat diungkap oleh ilmu pengetahuan kita. Dan juga mungkin timbul pertanyaan kenapa Allah membuat kejadian semacam gerhana? Kalau merujuk hadits di atas, tentu Allah sedang menunjukkan kebesarannya kepada semua mahluk yang ada.

Kemampuan bernalar manusia masih sangat terbatas, walaupun sebagian kecil fenomena alam yang ada dapat diungkap oleh manusia semisal gerhana tersebut. Dengan pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, kita saat ini sudah dapat mengetahui kapan akan  terjadi gerhana. Seperti saat ini (26 Desember 2019) manusia sudah mengetahui bakal terjadi gerhana matahari cincin dan dimana dapat diamati gerhana matahari cincin tersebut, sehingga saat ini kita sudah bersiap-siap untuk melakukan shalat gerhana dan pengamatan kejadian tersebut. Niscaya terjadi, jika kejadian yang ada ini sudah dapat diketahui sebelumnya jika peredaran matahari dan bulan tidak diatur dengan keteraturan yang sempurna.

Di era milenial saat ini, kita dapat mengamati kejadian gerhana menggunakan sebuah aplikasi untuk mensimulasi dan melihat hitungan dari kejadian tersebut. Apliksi yang selama ini saya pakai adalah STELLARIUM. Aplikasi ini gratis digunakan di komputer atau laptop, namun ketika saya lihat di google play android berbayar. Berikut ini beberapa tangkapan layar dari gerhana matahari cincin hari ini (26 Desember 2019) menggunakan stellarium dengan mengambil lokasi pengamatan di tanjung pinang.



Bagi yang sudah menguasai aplikasi ini, dapat melihat juga fenomena-fenomena alam lainnya. Silahkan mecoba menggunakan dengan terlebih dahulu mendownload aplikasi dan menginstallnya langsung dari web resmi stellarium.org  Selamat mencoba!!

Oh ya... jika diamati dari Bandar Lampung seperti ini


Selamat mencoba mengamati!!

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama